Hubungi Kami via WhatsApp
admin@poltekkes-bsi.ac.id | 0851-0048-2722
SIAKAD JURNAL BSM REPOSITORY

Menjaga Warisan Leluhur: Tradisi Kamis Pon di Poltekkes BSI

BUDAYA & PENDIDIKAN KARAKTER 📅 Kamis, 3 September 2026

Tradisi Kamis Pon: Langkah Poltekkes BSI Rawat Identitas Budaya Lewat Busana Adat Gagrak Ngayogyakarta

Yogyakarta — Suasana berbeda tampak di lingkungan Kampus Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI). Bertepatan dengan Kamis Pon, seluruh sivitas akademika mengenakan busana adat gagrak Ngayogyakarta sebagai wujud nyata pelestarian warisan leluhur dan penguatan karakter bangsa.

Poster Kegiatan Kamis Pon Berbusana Adat Poltekkes BSI
Penggunaan busana adat gagrak Ngayogyakarta di Poltekkes BSI.

📌 Poin Penting Tradisi Kamis Pon di Poltekkes BSI

  • Landasan Regulasi: Mengacu pada Surat Edaran Gubernur DIY No. 400.5.9.1/40 tentang penggunaan busana tradisional.
  • Nilai Filosofis: Hari Kamis Pon memiliki kedudukan khusus dalam penanggalan Jawa serta tradisi Keraton Yogyakarta.
  • Pembentukan Karakter: Busana adat memuat nilai kesopanan, etika, dan estetika yang selaras dengan dunia pendidikan.

Kamis, 3 September 2026, bertepatan dengan pasaran Kamis Pon, menjadi momentum bermakna bagi sivitas akademika Poltekkes BSI. Kebijakan mengenakan busana adat tradisional gagrak Ngayogyakarta bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam merawat identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan mendalam terhadap Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai salah satu pusat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Nusantara yang adiluhung.

Akar Filosofis dan Kultural di Balik Pemilihan Kamis Pon

Penetapan Kamis Pon sebagai hari khusus berbusana adat didasari oleh landasan filosofis dan kultural yang kuat. Dalam sistem penanggalan tradisional Jawa, siklus pasaran dibagi menjadi lima: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Bagi tradisi masyarakat Yogyakarta dan Keraton, Kamis Pon memiliki kedudukan istimewa yang sarat akan nilai historis serta spiritual. Untuk memperkuat gerakan kultural ini, pemerintah daerah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 400.5.9.1/40 yang menetapkan Kamis Pon sebagai hari khusus mengenakan busana tradisional gagrak Yogyakarta bagi sektor pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum.

Tradisi Kamis Pon di lingkungan kampus bukan sekadar mengenakan pakaian tradisional, melainkan media edukasi untuk menginternalisasikan nilai-nilai filosofis, etika, dan tata krama Jawa kepada generasi muda.

Internalisasi Nilai Budaya dalam Dunia Pendidikan Karakter

Di lingkungan perguruan tinggi seperti Poltekkes BSI, implementasi tradisi ini memiliki arti strategis. Busana gagrak Ngayogyakarta menyimpan nilai-nilai luhur seperti kesopanan, keselarasan, tata krama, serta penghormatan terhadap sesama—aspek yang sangat esensial dalam pembentukan karakter tenaga kesehatan dan profesional masa depan.

Melalui keterlibatan aktif pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, Poltekkes BSI berupaya membangun rasa kebanggaan (*sense of belonging*) terhadap budaya lokal. Langkah ini memastikan bahwa nilai-nilai tradisi Jawa tetap hidup, relevan, dan diwariskan dengan baik di tengah dinamika dunia pendidikan modern.