OSCE Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan 2026
Mengukur kesiapan mahasiswa dalam menerapkan kompetensi rekam medis dan informasi kesehatan melalui ujian praktik terstruktur.
Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai salah satu bentuk evaluasi kompetensi mahasiswa. Melalui ujian ini, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan menerapkan keterampilan secara sistematis dalam situasi yang menyerupai praktik pelayanan kesehatan.
OSCE dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menjalankan berbagai kompetensi yang diperlukan dalam bidang rekam medis dan informasi kesehatan. Pelaksanaan ujian dilakukan secara terstruktur melalui beberapa stasiun dengan skenario dan indikator penilaian yang telah ditetapkan. Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kesiapan mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, kemampuan analisis, serta sikap profesional.
Enam Stasiun Kompetensi yang Diujikan
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti enam stasiun yang merepresentasikan berbagai bidang kompetensi dalam pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan. Setiap stasiun menggunakan skenario kasus yang disusun secara sistematis sehingga mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan proses pengelolaan rekam medis dan informasi kesehatan.
Melalui keenam stasiun tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan keterampilan teknis sekaligus kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan secara tepat. Pengalaman menghadapi skenario yang menyerupai kondisi pelayanan nyata juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
Penilaian Berbasis Kompetensi
Selain menggunakan skenario praktik yang terstruktur, OSCE menerapkan pendekatan penilaian yang dirancang untuk memberikan hasil evaluasi secara objektif. Berdasarkan sistem penilaian yang digunakan, penentuan batas kelulusan atau cut score dapat menggunakan Borderline Group Method (BGM) atau Borderline Regression Method (BRM).
Penilaian melalui kombinasi checklist atau actual mark dan global rating memungkinkan evaluasi tidak hanya melihat ketepatan langkah kerja yang dilakukan mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan kualitas kinerja secara keseluruhan. Dengan demikian, proses evaluasi dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat penguasaan kompetensi mahasiswa.
Pelaksanaan OSCE menjadi bagian penting dalam proses pendidikan Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes BSI untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Melalui evaluasi yang terstruktur dan berbasis kompetensi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan yang kompeten, teliti, profesional, adaptif terhadap perkembangan layanan kesehatan, serta mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan.











