Hubungi Kami via WhatsApp
admin@poltekkes-bsi.ac.id | 0851-0048-2722
SIAKAD JURNAL BSM REPOSITORY

OSCE Prodi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan 2026: Mengukur Kesiapan Kompetensi Mahasiswa

Evaluasi Kompetensi Mahasiswa

OSCE Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan 2026

Mengukur kesiapan mahasiswa dalam menerapkan kompetensi rekam medis dan informasi kesehatan melalui ujian praktik terstruktur.

Pelaksanaan OSCE Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Bhakti Setya Indonesia 2026
Dokumentasi pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes BSI.

Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai salah satu bentuk evaluasi kompetensi mahasiswa. Melalui ujian ini, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan menerapkan keterampilan secara sistematis dalam situasi yang menyerupai praktik pelayanan kesehatan.

OSCE dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menjalankan berbagai kompetensi yang diperlukan dalam bidang rekam medis dan informasi kesehatan. Pelaksanaan ujian dilakukan secara terstruktur melalui beberapa stasiun dengan skenario dan indikator penilaian yang telah ditetapkan. Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kesiapan mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, kemampuan analisis, serta sikap profesional.

Enam Stasiun Kompetensi yang Diujikan

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti enam stasiun yang merepresentasikan berbagai bidang kompetensi dalam pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan. Setiap stasiun menggunakan skenario kasus yang disusun secara sistematis sehingga mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan proses pengelolaan rekam medis dan informasi kesehatan.

1
Penerimaan Pasien Menguji kemampuan dalam proses penerimaan dan administrasi pasien.
2
Assembling dan Analisis Rekam Medis Menguji ketelitian dalam penyusunan dan analisis kelengkapan dokumen rekam medis.
3
Kodifikasi Klinik Menguji kemampuan dalam penerapan kodifikasi berdasarkan kasus klinis.
4
Filing Rekam Medis Menguji kemampuan dalam pengelolaan dan penyimpanan rekam medis.
5
Statistik Fasilitas Pelayanan Kesehatan Menguji kemampuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan data statistik pelayanan kesehatan.
6
Pelepasan Informasi Medis Menguji pemahaman terhadap proses pelepasan informasi medis sesuai ketentuan dan etika profesi.

Melalui keenam stasiun tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan keterampilan teknis sekaligus kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan secara tepat. Pengalaman menghadapi skenario yang menyerupai kondisi pelayanan nyata juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Penilaian Berbasis Kompetensi

Selain menggunakan skenario praktik yang terstruktur, OSCE menerapkan pendekatan penilaian yang dirancang untuk memberikan hasil evaluasi secara objektif. Berdasarkan sistem penilaian yang digunakan, penentuan batas kelulusan atau cut score dapat menggunakan Borderline Group Method (BGM) atau Borderline Regression Method (BRM).

Komponen Penilaian OSCE
Checklist / Actual Mark Global Rating Superior Lulus Borderline Tidak Lulus

Penilaian melalui kombinasi checklist atau actual mark dan global rating memungkinkan evaluasi tidak hanya melihat ketepatan langkah kerja yang dilakukan mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan kualitas kinerja secara keseluruhan. Dengan demikian, proses evaluasi dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat penguasaan kompetensi mahasiswa.

Pelaksanaan OSCE menjadi bagian penting dalam proses pendidikan Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes BSI untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Melalui evaluasi yang terstruktur dan berbasis kompetensi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan yang kompeten, teliti, profesional, adaptif terhadap perkembangan layanan kesehatan, serta mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan.