Workshop OBE Selaras Permendiktisaintek 39 Tahun 2025, Poltekkes BSI Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Memperkuat penerapan pembelajaran berbasis capaian untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE). Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop OBE Selaras Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang menjadi bagian dari pengembangan kualitas pendidikan dan pembelajaran di lingkungan Poltekkes BSI.
Memperkuat Pembelajaran Berbasis Capaian
Workshop ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika, khususnya dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang berorientasi pada capaian mahasiswa. Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai salah satu dasar penting dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pendidikan.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai keterkaitan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga Sub-CPMK. Keterkaitan tersebut menjadi dasar agar proses pembelajaran dapat dirancang secara sistematis dan terukur.
Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua
Workshop menghadirkan Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua sebagai narasumber yang memberikan pemahaman mengenai penerapan OBE serta penguatan sistem pembelajaran berbasis capaian.
Dari Profil Lulusan hingga Rencana Pembelajaran Semester
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pembahasan mengenai overview OBE dan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan pemetaan profil lulusan, penyusunan CPL, penurunan CPL menjadi CPMK, hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE.
Rangkaian materi tersebut memberikan gambaran bahwa perencanaan pembelajaran perlu memiliki keterkaitan yang jelas antara kompetensi yang diharapkan dari lulusan dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada setiap mata kuliah.
Mengukur Ketercapaian CPL dan CPMK
Pada sesi kedua, pembahasan berfokus pada Principle Assessment CPL dan CPMK. Peserta mempelajari konsep pengukuran CPL, proses assessment CPMK dan Sub-CPMK, serta perhitungan pemenuhan CPL.
Asesmen menjadi bagian penting dalam penerapan OBE karena memberikan gambaran mengenai tingkat ketercapaian kompetensi mahasiswa. Hasil pengukuran tersebut dapat digunakan sebagai dasar evaluasi untuk mengetahui bagian pembelajaran yang telah berjalan dengan baik maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan.
OBE Bukan Sekadar Dokumen Kurikulum
Penerapan OBE mendorong keterhubungan antara apa yang direncanakan dalam kurikulum, apa yang dipelajari mahasiswa, bagaimana pembelajaran dinilai, serta sejauh mana capaian pembelajaran benar-benar terpenuhi.
Langkah Berkelanjutan Meningkatkan Mutu Pendidikan
Melalui workshop ini, Poltekkes BSI memperkuat kesiapan dalam mengimplementasikan kurikulum dan pembelajaran berbasis capaian secara konsisten di lingkungan program studi. Pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara profil lulusan, CPL, CPMK, RPS, dan asesmen diharapkan dapat membantu dosen merancang pembelajaran yang lebih terarah, terukur, dan relevan.
Implementasi OBE juga menjadi bagian dari upaya Poltekkes BSI untuk memastikan proses pendidikan terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pendidikan tinggi. Dengan pembelajaran yang berorientasi pada capaian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan proses perkuliahan, tetapi juga benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional.
Pembelajaran yang baik bukan hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang capaian kompetensi yang benar-benar dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan.