Hubungi Kami via WhatsApp
admin@poltekkes-bsi.ac.id | 0851-0048-2722
SIAKAD JURNAL BSM REPOSITORY

SEPHASI VII: Strategi Lulusan Vokasi Farmasi Menembus Pasar Kerja Global

SEMINAR NASIONAL PHARMACY POLTEKKES BSI

SEPHASI Jilid VII

International Career Loading: Strategi Lulusan Vokasi Farmasi Taklukkan Pasar Global
SEPHASI Jilid VII Seminar Nasional Pharmacy Poltekkes BSI 2026

Peluang lulusan vokasi farmasi untuk mengembangkan karier hingga tingkat internasional semakin terbuka. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan kesiapan kompetensi, pemahaman regulasi, kemampuan beradaptasi, komunikasi profesional, serta pengalaman menghadapi lingkungan kerja yang berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu fokus SEPHASI (Seminar Nasional Pharmacy Poltekkes BSI) Jilid VII yang diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Mengusung tema “International Career Loading: Strategi Lulusan Vokasi Farmasi Taklukkan Pasar Global”, seminar ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami lebih jauh mengenai peluang dan tantangan berkarier sebagai tenaga vokasi farmasi di luar negeri. Pembahasan tidak hanya berfokus pada kompetensi teknis, tetapi juga mencakup aspek regulasi, prosedur keberangkatan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, profesionalisme, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja internasional.

SEPHASI Jilid VII dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diinisiasi oleh panitia yang diketuai oleh Mey Eka Pratiwi dan dimoderatori oleh Apt. Andita Eltivitasari, M.Pharm.Sci. dari Bhakti Setya Career Center Poltekkes BSI.

🌏
Karier Internasional Memahami peluang dan tantangan bekerja sebagai tenaga kesehatan di luar negeri.
📋
Regulasi & Prosedur Mengenal pentingnya memahami ketentuan dan prosedur sebelum bekerja di luar negeri.
💼
Kesiapan Profesional Mengembangkan kemampuan adaptasi, komunikasi, profesionalisme, dan kompetensi vokasi.

Memahami Peluang dan Regulasi Kerja di Luar Negeri

Salah satu materi utama dalam SEPHASI Jilid VII membahas “Regulasi, Prosedur, dan Peluang Bekerja sebagai Tenaga Kesehatan di Luar Negeri” yang disampaikan oleh Muhammad Ilyas Prakananda, S.Kom., M.Kom., Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) D.I. Yogyakarta.

Materi tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya memahami ketentuan dan prosedur sebelum memasuki dunia kerja internasional. Bagi calon tenaga kesehatan, kesiapan bekerja di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi, prosedur, serta aspek perlindungan pekerja migran.

Adaptasi dan Ketangguhan Menjadi Bekal Karier Global

Persiapan menuju karier internasional juga tidak dapat dilepaskan dari kemampuan beradaptasi. Hal tersebut dibahas melalui materi “Menembus Batas Negara: Berbagi Pengalaman Adaptasi dan Ketangguhan Kerja di Luar Negeri” yang disampaikan oleh Atika Rahmi Nainggolan, S.Pd., M.A., Guru “Purna” Pekerja Migran Indonesia dari Songsern Sasana Vitaya School, Hatyai, Thailand Selatan.

Pengalaman bekerja di lingkungan yang berbeda memberikan gambaran bahwa kemampuan beradaptasi, komunikasi, ketangguhan, dan kesiapan menghadapi perbedaan budaya merupakan bagian penting dalam membangun karier internasional. Kompetensi tersebut menjadi pelengkap bagi kemampuan akademik dan keterampilan vokasi yang telah diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Peran Institusi Pendidikan dalam Membekali Mahasiswa Bersaing di Tingkat Global Disampaikan oleh Indra Narendra, S.H., M.H.Kes., Kepala Bagian Kerja Sama Poltekkes Bhakti Setya Indonesia.
Pengalaman PKL sebagai Tenaga Vokasi Farmasi di Malaysia Sharing session oleh Riskika Amelia, mahasiswa Poltekkes BSI yang membagikan pengalaman Praktik Kerja Lapangan di Bahagian Farmasi RS HSAS Malaysia.

Perguruan Tinggi Berperan Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Kesiapan mahasiswa untuk memasuki pasar kerja global juga membutuhkan dukungan dari institusi pendidikan. Hal ini menjadi pembahasan dalam materi “Peran Institusi Pendidikan dalam Membekali Mahasiswa Bersaing di Tingkat Global” yang disampaikan oleh Indra Narendra, S.H., M.H.Kes., Kepala Bagian Kerja Sama Poltekkes Bhakti Setya Indonesia.

Pembekalan mahasiswa perlu mencakup lebih dari sekadar kompetensi akademik dan keterampilan vokasi. Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, menunjukkan profesionalisme, serta memahami dinamika lingkungan kerja yang berbeda menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi persaingan global.

Pengalaman PKL di Malaysia Memberikan Gambaran Dunia Kerja Internasional

Perspektif mengenai karier internasional semakin diperkuat melalui sharing session pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai tenaga vokasi farmasi di Bahagian Farmasi RS HSAS Malaysia yang disampaikan oleh Riskika Amelia, mahasiswa Poltekkes BSI.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses belajar dan bekerja dalam lingkungan pelayanan kesehatan di luar negeri. Bagi mahasiswa, pengalaman internasional seperti ini dapat menjadi motivasi untuk mempersiapkan kompetensi sejak masa pendidikan sekaligus memahami tuntutan profesional yang akan dihadapi di dunia kerja.

Apa yang Perlu Dipersiapkan untuk Karier Farmasi Global?

Dari berbagai materi yang dibahas dalam SEPHASI Jilid VII, kesiapan menuju karier internasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Mahasiswa perlu membangun sejumlah kompetensi pendukung sejak berada di bangku pendidikan.

  • Kompetensi vokasi yang sesuai dengan bidang pekerjaan dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
  • Pemahaman regulasi dan prosedur sebelum bekerja di luar negeri.
  • Kemampuan komunikasi untuk berinteraksi secara profesional di lingkungan kerja yang beragam.
  • Kemampuan beradaptasi terhadap budaya, lingkungan, dan sistem kerja yang berbeda.
  • Profesionalisme dan ketangguhan dalam menghadapi tuntutan dunia kerja internasional.

SEPHASI Jilid VII menjadi salah satu langkah Poltekkes Bhakti Setya Indonesia dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang karier tenaga vokasi farmasi di tingkat internasional. Melalui pembekalan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif dari berbagai narasumber, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa kesiapan menuju pasar kerja global perlu dibangun sejak masa pendidikan.

Dengan kompetensi yang kuat, kemampuan beradaptasi, komunikasi profesional, serta pemahaman terhadap lingkungan kerja internasional, lulusan vokasi farmasi diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat global.