Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program BEM Berdampak: Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Pencegahan Stunting Berbasis Digital
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program kemahasiswaan yang berorientasi pada pengabdian masyarakat, Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program BEM Berdampak.
📋 Ringkasan Pelaksanaan Program
Andhy Sulistyo, M.Kom.
Amelia Handayani Burhan, S.Pd., M.Sc.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025 ini bertujuan untuk menilai capaian, tingkat keberlanjutan, serta efektivitas program inovatif yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam menjawab permasalahan kesehatan masyarakat secara langsung.
Tim pengusul mengusung program bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting melalui Edukasi dan Aplikasi Pencatatan Tumbuh Kembang Balita Berbasis Mobile.” Program ini dirancang sebagai solusi taktis terhadap tantangan stunting yang masih menjadi isu kesehatan nasional, khususnya di tingkat keluarga dan masyarakat akar rumput.
Identifikasi Permasalahan dan Tantangan Lapangan
Dalam pelaksanaannya, program ini berangkat dari analisis mendalam terhadap berbagai permasalahan krusial di masyarakat sasaran, yang meliputi:
- Masih diterapkannya sistem pencatatan tumbuh kembang balita secara konvensional (manual).
- Rendahnya literasi gizi keluarga serta lemahnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
- Keterbatasan keterampilan teknologi dan manajemen usaha, serta fluktuasi pendapatan keluarga.
- Belum optimalnya inovasi produk pangan bergizi yang berbasis pada potensi sumber daya lokal.
“Aplikasi berbasis mobile yang dikembangkan berfungsi ganda: sebagai sarana pencatatan digital yang akurat sekaligus media edukasi bagi kader dan keluarga dalam pencegahan stunting berbasis data.
Solusi Digital dan Keberlanjutan Program
Melalui pendekatan edukatif yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital, program ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas kader posyandu secara signifikan. Pemantauan tumbuh kembang balita kini dapat dilakukan secara lebih presisi, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Monev ini menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa Program BEM Berdampak berjalan sesuai target linimasa serta memberikan manfaat riil bagi masyarakat. Ke depan, program ini diproyeksikan menjadi model pengabdian mahasiswa yang berkelanjutan serta memicu lahirnya inovasi kesehatan masyarakat lainnya di lingkungan Poltekkes BSI.











