Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2026 dengan mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan, deteksi dini, pemeriksaan, dan penanganan hepatitis.
Peringatan ini bukan sekadar momentum tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperluas literasi kesehatan mengenai hepatitis virus yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Pengetahuan yang tepat diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hati dan tidak menunda pemeriksaan ketika memiliki faktor risiko.
Poster peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2026 oleh Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia melalui Program Studi Teknologi Bank Darah.
Mengenal Hepatitis dan Dampaknya bagi Kesehatan
Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh berbagai virus maupun faktor noninfeksi. Virus hepatitis terdiri dari beberapa jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E, dengan karakteristik penularan dan dampak kesehatan yang berbeda.
Beberapa jenis hepatitis, khususnya hepatitis B dan C, dapat berkembang menjadi infeksi kronis dan meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati, sirosis, maupun kanker hati. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pencegahan, pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan secara tepat.
Karena sebagian orang dapat mengalami hepatitis dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi penting terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.
“Hepatitis: Let’s Break It Down”
Tema Hari Hepatitis Sedunia 2026 yang diusung oleh World Health Organization (WHO) adalah “Hepatitis: Let’s Break It Down”. Tema ini mengajak berbagai pihak untuk menghilangkan hambatan yang membuat masyarakat sulit memperoleh layanan pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan hepatitis. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
WHO menekankan bahwa berbagai perangkat untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani hepatitis sebenarnya telah tersedia. Tantangannya adalah memastikan pengetahuan, kebijakan, teknologi, dan layanan tersebut dapat diakses secara lebih merata oleh masyarakat. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
Lima Langkah untuk Mempercepat Eliminasi Hepatitis
Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Hepatitis?
Vaksinasi
Mengikuti vaksinasi hepatitis B sesuai rekomendasi tenaga kesehatan merupakan salah satu langkah penting dalam pencegahan hepatitis B.
Menjaga Kebersihan
Menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat serta memperhatikan keamanan makanan dan minuman membantu mencegah penularan jenis hepatitis tertentu.
Memastikan Keamanan Prosedur Medis
Praktik pelayanan kesehatan yang aman, termasuk penggunaan alat yang steril dan pengelolaan darah yang sesuai standar, merupakan bagian penting dari pencegahan penularan infeksi.
Melakukan Pemeriksaan
Pemeriksaan hepatitis B dan C dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.
Mencari Informasi yang Benar
Kenali cara penularan hepatitis dan hindari stigma terhadap orang yang hidup dengan hepatitis. Informasi yang benar membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan secara lebih tepat.
Peran Prodi Teknologi Bank Darah dalam Edukasi dan Keamanan Pelayanan Darah
Sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi kesehatan, Program Studi Teknologi Bank Darah (TBD) Poltekkes BSI memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga keamanan pelayanan darah. Pengetahuan mengenai keamanan darah, pemeriksaan laboratorium, serta pencegahan penularan penyakit merupakan bagian penting dalam mendukung mutu pelayanan transfusi.
Melalui pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa, Prodi TBD turut berperan dalam menyiapkan calon tenaga kesehatan yang memahami pentingnya penerapan prosedur, ketelitian pemeriksaan, keselamatan pasien, serta mutu pelayanan di bidang teknologi bank darah.
Satu Kesadaran, Satu Aksi, Menuju Generasi Bebas Hepatitis
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa eliminasi hepatitis membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak. Pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, edukasi, dan penguatan layanan kesehatan perlu berjalan secara berkelanjutan.
Poltekkes BSI mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk meningkatkan literasi kesehatan, menerapkan perilaku hidup sehat, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, serta ikut menyebarkan informasi yang benar mengenai hepatitis. Dengan pengetahuan dan kepedulian bersama, upaya menuju eliminasi hepatitis sebagai masalah kesehatan masyarakat dapat terus diperkuat.