Poltekkes BSI Yogyakarta Selenggarakan Pelatihan Self Selling Strategy untuk Mempersiapkan Calon Lulusan yang Berdaya Saing Global #Hari 1
Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Self Selling Strategy: Mempersiapkan Calon Tenaga Kesehatan yang Adaptif, Kreatif, Beretika, dan Berdaya Saing Global pada Sabtu – Minggu, 10–11 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang P1–P3 Kampus 3 Purwanggan, dan diikuti oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati reguler, kelas K3, serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Peserta kegiatan terdiri atas 102 mahasiswa Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), 80 mahasiswa Program Studi Farmasi, dan 46 mahasiswa Program Studi Teknologi Bank Darah (TBD). Pelatihan ini bertujuan membekali calon lulusan dengan keterampilan personal dan profesional agar mampu mempresentasikan potensi diri, membangun citra profesional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan di dunia kerja.
Rangkaian kegiatan hari pertama, Sabtu, 10 Oktober 2026, diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Poltekkes BSI, serta sambutan dan pembukaan pelatihan oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, apt. Farisya Nurhaeni, M.Sc. Materi pertama disampaikan oleh Laila Nurul Himmah, S.Pd., M.Pd., dosen Tata Busana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan topik Self-Selling Strategy #1: Etika Berbusana. Materi ini menekankan pentingnya penampilan yang profesional, kesesuaian busana dengan lingkungan kerja, serta penerapan etika berpakaian sebagai bagian dari pembentukan kesan positif. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai penampilan yang rapi, sopan, dan sesuai dengan karakteristik profesi tenaga kesehatan.
Pelatihan etika berbusana dan self-selling bagi calon tenaga kesehatan menekankan pentingnya penampilan profesional melalui pemilihan busana kerja yang rapi, bersih, sopan, sesuai ukuran, serta ergonomis. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan aksesori yang aman sesuai standar higienitas dan K3, penataan rambut atau hijab yang rapi dan higienis, serta tata rias natural yang sesuai dengan etika profesi. Penampilan yang profesional diharapkan mampu membangun kepercayaan diri dan memberikan kesan pertama yang positif saat memasuki dunia kerja maupun praktik pelayanan kesehatan. Harapannya peserta paham dalam memadupadankan busana kerja, kepercayaan diri terhadap penampilan, kemampuan menata diri secara professional.
Sesi kedua menghadirkan Nindyah Pratiwi, S.Pd., M.Hum., dosen Bahasa Inggris STIB Kumala Nusa, yang membawakan materi Self-Selling Strategy #2: English for Occupational Purposes: Strategy and Tips for Using English in the Workplace. Materi ini membahas strategi penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan profesional, khususnya untuk mendukung komunikasi di tempat kerja. Setelah istirahat, salat, dan makan siang (ISHOMA), kegiatan dilanjutkan dengan sesi ketiga yang disampaikan oleh Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan sekaligus motivator. Melalui materi mengenai inisiatif, kerja sama tim, serta keterampilan komunikasi yang efektif dan solutif, peserta memperoleh wawasan tentang pentingnya membangun sikap proaktif, kemampuan berkolaborasi, dan kecakapan menyelesaikan permasalahan secara profesional. Setiap sesi dilengkapi dengan diskusi untuk memperkuat pemahaman dan mendorong keterlibatan aktif peserta.
Melalui pelaksanaan Pelatihan Self Selling Strategy, Poltekkes BSI Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, etika profesional, kemampuan beradaptasi, serta kepercayaan diri dalam memasuki dunia kerja. Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan calon tenaga kesehatan untuk menghadapi dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang, termasuk tuntutan komunikasi lintas profesi dan lingkungan kerja yang semakin kompetitif. Dengan bekal tersebut, para calon lulusan diharapkan mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri, menunjukkan profesionalisme, serta memberikan kontribusi positif bagi institusi tempat bekerja dan masyarakat. Kegiatan hari pertama ditutup oleh panitia, sementara rangkaian pelatihan dijadwalkan berlanjut pada Ahad, 11 Oktober 2026.











