Hubungi Kami via WhatsApp
admin@poltekkes-bsi.ac.id | 0851-0048-2722
SIAKAD JURNAL BSM REPOSITORY

Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes BSI Selenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Tahun 2026

Yogyakarta, 2026 – Program Studi Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Tahun 2026 sebagai bagian dari evaluasi kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia praktik profesional. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis kompetensi yang bertujuan untuk mengukur pencapaian kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, baik pada aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), maupun sikap profesional (attitude) sesuai dengan Standar Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan.

OSCE menjadi salah satu metode evaluasi yang banyak diterapkan pada pendidikan tenaga kesehatan karena mampu memberikan penilaian yang objektif, terstruktur, dan terstandar terhadap kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi yang menyerupai kondisi nyata di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diuji berdasarkan penguasaan teori, tetapi juga dituntut mampu menerapkan prosedur kerja, mengambil keputusan secara tepat, berkomunikasi secara profesional, serta bekerja sesuai standar operasional dan kode etik profesi.

Pelaksanaan OSCE dirancang menggunakan pendekatan praktik berbasis enam stasiun (stations) yang menggambarkan alur pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan secara komprehensif. Pada setiap stasiun, mahasiswa dihadapkan pada skenario kasus yang berbeda dan harus menyelesaikan tugas sesuai indikator kompetensi yang telah ditetapkan. Model evaluasi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kesiapan mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun memasuki dunia kerja sebagai tenaga profesional di bidang rekam medis dan informasi kesehatan.

Enam stasiun kompetensi yang diujikan meliputi penerimaan pasien (patient registration), assembling dan analisis rekam medis, kodifikasi klinik (clinical coding), filing rekam medis, statistik fasilitas pelayanan kesehatan, serta pelepasan informasi medis (release of information). Melalui rangkaian stasiun tersebut, mahasiswa diuji kemampuan teknis, ketelitian, ketepatan dalam menerapkan prosedur kerja, kemampuan analisis data kesehatan, hingga pemahaman terhadap aspek hukum, kerahasiaan informasi medis, dan keselamatan pasien. Setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kompetensi secara optimal sesuai standar pelayanan rekam medis yang berlaku di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, setiap stasiun menggunakan instrumen penilaian yang telah distandardisasi melalui checklist kompetensi dan global rating yang dilakukan oleh dosen penguji. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses kerja mahasiswa, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, profesionalisme, serta ketepatan dalam mengambil keputusan berdasarkan skenario yang diberikan. Dengan pendekatan tersebut, OSCE mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemampuan setiap mahasiswa dibandingkan evaluasi berbasis teori semata.

Untuk menjamin objektivitas hasil penilaian, Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan menerapkan metode Borderline Group Method (BGM) atau Borderline Regression Method (BRM) dalam menentukan batas kelulusan (cut score). Metode ini banyak digunakan dalam evaluasi pendidikan tenaga kesehatan karena mampu menghasilkan standar kelulusan yang lebih adil dan berbasis performa peserta. Penentuan kelulusan dilakukan melalui kombinasi skor checklist dan penilaian global (global rating) yang dikategorikan menjadi Superior, Lulus, Borderline, dan Tidak Lulus, sehingga hasil evaluasi benar-benar mencerminkan tingkat kompetensi mahasiswa secara objektif.

Penyelenggaraan OSCE tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi hasil belajar mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaminan mutu akademik Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Hasil evaluasi yang diperoleh menjadi bahan refleksi bagi program studi dalam melakukan penyempurnaan kurikulum, metode pembelajaran, penguatan praktik laboratorium, serta peningkatan kualitas pembimbingan mahasiswa. Dengan demikian, proses pendidikan dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi informasi kesehatan, serta kebijakan nasional di bidang pelayanan kesehatan.

Melalui pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Tahun 2026, Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan sistem informasi kesehatan di era transformasi digital. Diharapkan seluruh mahasiswa memiliki kesiapan yang optimal untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, mengikuti uji kompetensi, hingga berkiprah sebagai tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang mampu memberikan pelayanan berkualitas serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

MIK EXPO 2026 UMSIDA, Mahasiswa Prodi D3 RMIK Poltekkes BSI Jogja Sabet Kemenangan Hampir di Semua Kategori

Prestasi MIK EXPO 2026 UMSIDA – RMIK Poltekkes BSI

MIK EXPO 2026 UMSIDA

Mahasiswa Prodi D3 RMIK Poltekkes BSI Jogja Sabet Kemenangan Hampir di Semua Kategori

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh talenta-talenta terbaik dari Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Poltekkes Bhakti Setya Indonesia (BSI) Yogyakarta. Dalam ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional MIK EXPO 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), delegasi mahasiswa Poltekkes BSI sukses menunjukkan taringnya dengan memborong gelar juara di hampir seluruh kategori perlombaan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas akademik dan keterampilan praktis mahasiswa dalam bersaing di era digitalisasi kesehatan.

CABANG LOMBA KODING
Juara 1
  • Gayatri Shintya Prabasari
  • Nimas Dwika Maharani
  • Lu’lu’il Maknun Nur Khasanah
Juara Harapan 2
  • Greisela Teklarita Bhoki
  • Fauzi Rizki Ramadhan
CABANG CERDAS CERMAT
Juara 3
  • Intan Putri Wulandari
  • Ni Luh Diah Sarita
  • Ika Novi Yanti
CABANG USER INTERFACE
Juara 2
  • Renjiro Regan Ramadhan
  • Rizki Muhammad Nursidiq
  • Heribertus Kikin Aljofi

Kegiatan Donor Darah 2026: Red Flow of Hope – Mengalirkan Kehidupan, Menghidupkan Masa Depan

Yogyakarta, Juni 2026 – Dalam rangka menumbuhkan semangat kepedulian sosial serta mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat, Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan kegiatan donor darah bertajuk “Red Flow of Hope: Mengalirkan Kehidupan, Menghidupkan Masa Depan” pada Senin, 29 Juni 2026 di Kampus 1 Poltekkes BSI, Jalan Gedongkuning, Yogyakarta.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Bank Darah (Trilogy) ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan kepada seluruh sivitas akademika. Donor darah tidak hanya menjadi kegiatan sosial rutin, tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelaksanaan donor darah dibuka untuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor. Sebelum melakukan donor, setiap peserta menjalani proses registrasi, pemeriksaan kesehatan, pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta skrining kondisi kesehatan sesuai standar pelayanan donor darah. Prosedur tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan bagi pendonor maupun penerima darah.

Melalui kegiatan ini, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya donor darah secara rutin sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan sekaligus membantu menyelamatkan nyawa sesama. Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pasien yang membutuhkan transfusi, seperti penderita thalasemia, pasien operasi, korban kecelakaan, maupun pasien dengan kondisi medis lainnya.

Bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Bank Darah, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang bernilai praktis. Selain memahami proses donor darah secara langsung, mahasiswa juga dapat memperdalam wawasan mengenai pelayanan donor, keselamatan pendonor, serta pentingnya menjaga kualitas dan ketersediaan darah sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan nasional.

Melalui semangat “Red Flow of Hope”, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia berharap kegiatan donor darah ini mampu meningkatkan kepedulian sosial, mempererat hubungan antara institusi pendidikan dengan masyarakat, serta menumbuhkan budaya berbagi yang berkelanjutan. Setiap tetes darah yang didonorkan menjadi simbol harapan, kepedulian, dan kontribusi nyata dalam menyelamatkan kehidupan serta membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Nasional Prodi Teknologi Bank Darah 2026

Yogyakarta, Juni 2026 – Program Studi D3 Teknologi Bank Darah (TBD) Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) sukses menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Nasional Teknologi Bank Darah Tahun 2026 pada Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan yang menyelenggarakan program studi maupun pendidikan di bidang pelayanan darah dari berbagai wilayah di Indonesia. LCC Nasional diselenggarakan sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta memperluas jejaring dan kolaborasi antarmahasiswa dalam bidang Teknologi Bank Darah.

Pelaksanaan lomba berlangsung secara kompetitif, edukatif, dan sportif melalui beberapa tahapan penilaian yang menguji kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan terkait ilmu pelayanan darah dan transfusi darah. Materi yang diujikan meliputi pelayanan donor darah, pengamanan darah, pengolahan dan penyimpanan komponen darah, pelayanan pra-transfusi, sistem mutu, hingga perkembangan teknologi dan regulasi terkini di bidang pelayanan darah. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang untuk menunjukkan penguasaan teori, ketepatan analisis, kemampuan pemecahan masalah, serta kecepatan dalam mengambil keputusan berdasarkan kasus yang diberikan.

Selain menjadi ajang kompetisi akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran pengalaman antar mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pelayanan darah, sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara calon tenaga profesional yang akan berkontribusi dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Akademi Bank Darah PMI Jakarta berhasil meraih Juara 1, disusul oleh Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia sebagai Juara 2, dan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) sebagai Juara 3. Hasil tersebut menunjukkan tingginya kualitas akademik para peserta serta kemampuan mahasiswa dalam menguasai kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang Teknologi Bank Darah.

Keberhasilan penyelenggaraan LCC Nasional Tahun 2026 menjadi bukti komitmen Program Studi D3 Teknologi Bank Darah Poltekkes BSI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya didorong untuk meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga dipersiapkan menjadi tenaga pelayanan darah yang profesional, kompeten, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.

Poltekkes Bhakti Setya Indonesia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pengembangan kompetensi, peningkatan daya saing mahasiswa, serta penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi di bidang Teknologi Bank Darah. Dengan semangat kolaborasi dan prestasi, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pelayanan darah yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien di Indonesia.

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK) BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA, HIMA, UKM BERSAMA DOSEN TAHUN 2026

Yogyakarta, 7 Juni 2026 – Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta dosen pendamping pada Minggu, 31 Mei 2026 di Ruang P1, P2, dan P3 Kampus 02 Poltekkes BSI. Kegiatan yang mengusung tema “Empowering Future Leaders: Membangun Karakter, Integritas, dan Jiwa Kepemimpinan” ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan karakter yang kuat. Kegiatan ini dipimpin oleh panitia yang terdiri dari Oktaliana Diah Nur Saputri sebagai Ketua Panitia serta Anna Setiawati dan Syifa Azharika Nur Putri sebagai Sekretaris.

LDK diselenggarakan sebagai sarana pembinaan organisasi kemahasiswaan sekaligus wadah pengembangan diri bagi para pengurus BEM, HIMA, dan UKM. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali berbagai kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan organisasi secara profesional, mulai dari kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pengambilan keputusan, hingga penyelesaian masalah. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika perubahan yang terjadi di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi dari narasumber yang berpengalaman di bidang kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Choirul Fajri, M.A. dengan tema “Mengenal Diri dan Membangun Karakter Pemimpin yang Tangguh”, yang menekankan pentingnya pemahaman diri sebagai fondasi utama kepemimpinan. Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Ismail Hermana, S.Pd.I. dengan tema “Integritas dan Tanggung Jawab: Pondasi Kepemimpinan yang Berdampak”, yang mengajak peserta memahami bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan melalui sikap jujur, bertanggung jawab, dan berkomitmen terhadap amanah yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan berorientasi pada solusi. Pengalaman berorganisasi selama masa perkuliahan menjadi bekal penting dalam membentuk kemampuan kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan yang akan dibutuhkan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai agent of change, yang mampu membawa perubahan positif baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program pembinaan kemahasiswaan. Melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Tahun 2026 ini, diharapkan lahir generasi pemimpin muda yang berkarakter, profesional, adaptif, serta mampu membawa organisasi kemahasiswaan menjadi lebih aktif, produktif, dan memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas.

Pelatihan 5 Kompetensi Dasar sebagai Persiapan PKL Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, serta D3 Teknologi Bank Darah

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan Pelatihan 5 Kompetensi Dasar sebagai bentuk pembekalan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan RS Pratama Yogyakarta ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi D3 Farmasi, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), serta D3 Teknologi Bank Darah (TBD). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan kerja profesional melalui penguatan kompetensi dasar yang dibutuhkan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan teori dan praktik sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Adapun lima kompetensi dasar yang diberikan meliputi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Bantuan Hidup Dasar (BHD), Komunikasi Efektif, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kelima materi tersebut merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh calon tenaga kesehatan dalam mendukung keselamatan pasien, keselamatan kerja, dan mutu pelayanan kesehatan.

Pada sesi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya kebakaran serta prosedur penanganan keadaan darurat sesuai standar keselamatan kerja. Sementara itu, pada materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), peserta mempelajari prinsip-prinsip pencegahan infeksi melalui praktik kebersihan tangan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan etika batuk, serta pengelolaan limbah medis. Pemahaman terhadap kedua materi ini menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

Materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) memberikan pembelajaran mengenai tindakan awal pada kondisi kegawatdaruratan melalui simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP). Melalui praktik langsung, mahasiswa dilatih untuk mengenali kondisi kritis dan melakukan pertolongan pertama secara tepat sesuai prosedur. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Komunikasi Efektif, yang menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi secara profesional, jelas, dan empatik dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun saat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

Pelatihan juga dilengkapi dengan materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang membahas berbagai potensi risiko kerja di fasilitas pelayanan kesehatan serta langkah-langkah pencegahannya. Mahasiswa diperkenalkan pada budaya keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur operasional dalam menjaga keamanan selama menjalankan tugas profesi. Materi ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap aspek keselamatan kerja sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia berharap seluruh mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi Praktik Kerja Lapangan serta mampu menerapkan kompetensi yang telah diperoleh secara profesional di lahan praktik. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Sosialisasi Fitur dari PT Jenjang di Poltekkes Bhakti Setya Indonesia

Yogyakarta, 21 Mei 2026 | Humas Poltekkes Bhakti Setya Indonesia

Sosialisasi fitur dan platform pengembangan talenta berbasis data bersama PT Jenjang di Ruang Rapat Kampus Purwanggan.

Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi fitur dari PT Jenjang pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 13.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Kampus Purwanggan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama institusi yang difasilitasi oleh Bagian Kerja Sama dengan penanggung jawab Kepala Bagian Kerja Sama, Indra Narendra, S.H., M.H.Kes. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman sivitas akademika terhadap pemanfaatan teknologi berbasis data dalam pengembangan sumber daya manusia dan pengelolaan talenta di era transformasi digital.

Dalam kegiatan tersebut, PT Jenjang memperkenalkan konsep Peramalan Manusia Berbasis Data, yaitu sebuah platform yang dirancang untuk membantu institusi maupun individu dalam mengoptimalkan potensi diri melalui pemanfaatan data yang terintegrasi dan sistematis. Platform ini dikembangkan untuk mendukung berbagai bidang, mulai dari dunia pendidikan, pengembangan karier, manajemen sumber daya manusia, hingga pengembangan pribadi berbasis pendekatan ilmiah dan analisis data.

 

Pemanfaatan Teknologi Berbasis Data untuk Pengembangan Talenta

PT Jenjang menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengolah berbagai data talenta menjadi informasi yang komprehensif dan terukur. Proses tersebut mencakup pembangunan basis data talenta, sistem rekrutmen yang lebih efektif, penilaian kompetensi, pemetaan kemampuan individu, hingga analisis kesesuaian pekerjaan (job matching). Selain itu, platform ini juga mendukung pembentukan identitas digital yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan baik oleh institusi maupun individu dalam pengembangan karier dan peningkatan kompetensi.

Dalam implementasinya, platform PT Jenjang mengintegrasikan berbagai sumber data, seperti hasil rekrutmen, asesmen psikologis, evaluasi kompetensi, serta aktivitas kerja harian untuk menghasilkan analisis yang valid dan konsisten. Pendekatan penilaian yang digunakan bersifat multidimensional dengan mempertimbangkan aspek kepribadian, kemampuan kognitif, minat, kepemimpinan, hingga preferensi kerja individu.

 

Mendukung Transformasi Digital di Lingkungan Pendidikan

Melalui kegiatan sosialisasi ini, sivitas akademika Poltekkes BSI memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi berbasis data dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi. Sistem pengelolaan talenta yang adaptif dan berbasis data dinilai mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif, efektif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Poltekkes Bhakti Setya Indonesia dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan serta memperkuat budaya akademik yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, Poltekkes BSI berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pengembangan kompetensi, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa mendatang.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Perguruan Tinggi Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di Bidang Kekayaan Intelektual

Yogyakarta, 12 Mei 2026 | Humas Poltekkes Bhakti Setya Indonesia

Direktur Poltekkes Bhakti Setya Indonesia bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta – Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Perguruan Tinggi di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026 bertempat di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 94 perguruan tinggi sebagai bentuk penguatan sinergi antarlembaga dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, pelayanan hukum, serta perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan akademik.

Partisipasi Poltekkes BSI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pengembangan budaya akademik yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada perlindungan hasil karya ilmiah sivitas akademika. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan pemahaman, pencatatan, perlindungan, serta pemanfaatan kekayaan intelektual hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun inovasi akademik lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pemerintah kabupaten/kota, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bersama perguruan tinggi swasta di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara juga diisi dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta, keynote speech dari Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, serta penyerahan piagam penetapan dan pencatatan kekayaan intelektual kepada sejumlah institusi dan pihak terkait.

Proses penandatanganan perjanjian kerja sama.

Pelaksanaan kerja sama ini dilandasi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan inovasi yang terlindungi secara hukum. Melalui sinergi tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Sebelumnya, telah dilaksanakan audiensi antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, serta sejumlah perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang membahas penguatan layanan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi. Audiensi tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyusunan rancangan Perjanjian Kerja Sama sebagai dasar implementasi kolaborasi antarlembaga.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan inovasi dan penguatan tridarma perguruan tinggi melalui perlindungan kekayaan intelektual yang berkelanjutan. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, hak cipta, paten, serta berbagai bentuk inovasi lainnya yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa.

Keikutsertaan Poltekkes BSI dalam kegiatan tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kelembagaan, memperkuat budaya akademik berbasis inovasi, serta meningkatkan daya saing institusi pendidikan tinggi kesehatan di era transformasi digital dan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin dinamis.

Mahasiswa Prodi D3 RMIK Poltekkes BSI Raih Juara 1 dan Juara 3 Olimpiade Rekam Medis Indonesia (ORI) 2026

Yogyakarta, Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI). Dalam ajang Olimpiade Rekam Medis Indonesia (ORI) 2026) kategori Medical Record Coding Competition (MR.CC) Ganda, mahasiswa Poltekkes BSI berhasil meraih Juara 1 dan Juara 3 pada kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Layanan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kompetisi ORI 2026 merupakan ajang akademik nasional yang mempertemukan mahasiswa rekam medis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menguji kemampuan di bidang klasifikasi penyakit, pengodean diagnosis, serta ketepatan analisis data rekam medis sesuai standar pelayanan kesehatan dan sistem klasifikasi internasional. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kompetensi profesional mahasiswa di bidang rekam medis dan informasi kesehatan yang semakin dibutuhkan dalam transformasi layanan kesehatan berbasis digital.

Pada kategori Medical Record Coding Competition (MR.CC) Ganda, tim mahasiswa Poltekkes BSI berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Juara 1 diraih oleh pasangan mahasiswa Luthfi Afilia Eka Putri dan Khanifa Rima Bela, sedangkan Juara 3 berhasil diraih oleh Naufal Hafizh Efendi dan Adelia Shafa Sivia Dewi. Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik, ketelitian dalam pengodean diagnosis dan tindakan medis, serta kemampuan berpikir analitis dalam menyelesaikan kasus-kasus rekam medis secara tepat dan sistematis.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari proses pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik di lingkungan akademik Poltekkes BSI. Kompetensi medical coding sendiri merupakan salah satu keterampilan penting dalam bidang rekam medis karena berperan dalam pengelolaan data kesehatan, klaim pembiayaan layanan kesehatan, statistik rumah sakit, hingga pengambilan kebijakan kesehatan berbasis data. Oleh karena itu, kemampuan coding yang akurat dan sesuai standar menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan rekam medis dan informasi kesehatan.

Prestasi yang diraih mahasiswa juga merupakan hasil dari dukungan institusi, dosen pembimbing bidang coding, serta bidang kemahasiswaan Poltekkes BSI yang secara konsisten memberikan pembinaan dan fasilitas pengembangan prestasi mahasiswa. Partisipasi dalam kompetisi ilmiah nasional menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing secara profesional di dunia kerja maupun pada tingkat akademik yang lebih tinggi.

Melalui capaian ini, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia berharap dapat terus menumbuhkan budaya akademik yang unggul, inovatif, dan kompetitif di kalangan mahasiswa. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan semangat belajar, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selamat kepada para mahasiswa berprestasi. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan sistem informasi kesehatan dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dosen Prodi D3 Farmasi Poltekkes BSI Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI

YOGYAKARTA – Kabar membanggakan datang dari lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bhakti Setya Indonesia. Salah satu tenaga pendidik terbaiknya, Amelia Handayani Burhan, S.Pd., M.Sc., resmi menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan loyalitas yang telah beliau berikan selama sepuluh tahun masa pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Amelia Handayani Burhan merupakan Dosen DPK LLDIKTI Wilayah V yang ditugaskan di Program Studi D3 Farmasi Poltekkes BSI. Penganugerahan ini bukan sekadar penghargaan seremonial, melainkan pengakuan formal atas integritas, kecakapan, dan kedisiplinan yang ditunjukkan secara konsisten dalam menjalankan tugas di bidang pendidikan tinggi.

Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya sendiri memiliki landasan hukum yang kuat, yakni diatur dalam Pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 mengenai Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Berdasarkan regulasi tersebut, penghargaan ini dikhususkan bagi PNS yang telah menunjukkan pengabdian luar biasa tanpa pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang maupun berat selama masa baktinya.

Dalam struktur penghargaannya, Satyalancana Karya Satya terbagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan durasi pengabdian. Medali perunggu diberikan untuk masa kerja 10 tahun, medali perak untuk 20 tahun, dan medali emas untuk pengabdian selama 30 tahun. Capaian Amelia Handayani Burhan pada tingkat sepuluh tahun ini mencerminkan komitmen panjang dalam menjaga budaya kerja profesional dan inovatif demi kemajuan mutu pendidikan nasional.

Seluruh sivitas akademika Poltekkes Bhakti Setya Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi ini. Keberhasilan beliau diharapkan dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi dosen serta staf lainnya untuk terus meningkatkan profesionalisme. Melalui kontribusi yang nyata dalam pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat, institusi berharap semangat pengabdian ini terus tumbuh demi mencetak generasi tenaga kesehatan yang berkualitas bagi Indonesia.