Workshop Inisiasi Pemeriksaan IMLTD Berbasis Biologi Molekuler Bersama Transgen Biotech untuk Optimalisasi Laboratorium

Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi di bidang teknologi laboratorium medis, Program Studi D3 Teknologi Bank Darah Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia bekerja sama dengan PT Artha GenetikaLab menyelenggarakan workshop bertajuk “Optimalisasi Produk Biologi Molekuler dengan Produk Inovatif Transgen Biotech” pada Januari 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta tenaga laboratorium sebagai bagian dari penguatan kompetensi praktis di bidang biologi molekuler.

Workshop ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran langsung dua Product Specialist Representative dari Transgen Biotech, Beijing – China, yaitu Jason Song dan Jack Tian. Kehadiran pakar internasional tersebut memberikan wawasan baru bagi civitas akademika mengenai perkembangan teknologi terkini dalam pemeriksaan laboratorium molekuler serta standar kualitas yang diterapkan di tingkat global.

Dalam sesi teknis yang dipandu oleh Jason Song, peserta mendapatkan pemaparan mengenai metodologi optimasi ekstraksi asam nukleat serta pemanfaatan enzim high-fidelity yang menjadi salah satu keunggulan produk Transgen Biotech dalam mendukung akurasi hasil pemeriksaan molekuler. Sementara itu, Jack Tian memberikan materi mengenai troubleshooting pada proses Polymerase Chain Reaction (PCR), termasuk strategi untuk meminimalkan kontaminasi serta meningkatkan efisiensi dalam alur kerja laboratorium.

Workshop ini secara khusus dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi dalam penerapan Nucleic Acid Testing (NAT), sebuah metode pemeriksaan berbasis biologi molekuler yang banyak digunakan dalam skrining Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). Penguasaan teknologi ini sangat penting dalam meningkatkan ketepatan dan kecepatan deteksi penyakit infeksi yang berpotensi ditularkan melalui transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis mengenai penggunaan teknologi molekuler modern di laboratorium medis. Diskusi interaktif antara peserta dan narasumber juga membuka peluang untuk membahas efisiensi biaya, peningkatan kualitas pemeriksaan, serta penerapan teknologi inovatif dalam layanan kesehatan.

Kolaborasi antara dunia akademik dan industri internasional ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi lulusan Program Studi Teknologi Bank Darah agar memiliki daya saing yang tinggi serta siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi laboratorium modern. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga teknisi pelayanan darah yang profesional, kompeten, dan berstandar global dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.