
Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja, Program Studi DIII Teknologi Bank Darah Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada 9–11 Februari 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 51 mahasiswa yang diuji oleh tim penguji yang terdiri dari dosen serta praktisi di bidang pelayanan darah.
Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode evaluasi keterampilan klinis yang dirancang secara terstruktur untuk menilai kemampuan mahasiswa secara komprehensif, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pelaksanaan ujian ini menjadi bagian penting dalam memantau kesiapan mahasiswa sebelum mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai institusi layanan kesehatan, seperti Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) maupun Unit Pelayanan Donor Palang Merah Indonesia (UPD PMI).
Dalam pelaksanaannya, ujian OSCE disusun melalui lima stasiun kompetensi utama yang merepresentasikan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang Teknisi Pelayanan Darah (TPD). Kelima stasiun tersebut meliputi :
-
Pelayanan donor
-
Pengamanan darah
-
Pengolahan, penyimpanan, dan distribusi darah
-
Pelayanan pra-transfusi
-
Sistem mutu pelayanan darah
Melalui simulasi pada setiap stasiun, mahasiswa diuji kemampuannya dalam menghadapi berbagai skenario praktik yang menyerupai kondisi nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi yang baik, ketelitian dalam prosedur laboratorium, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam menjaga keamanan dan kualitas produk darah.
Pelaksanaan OSCE ini bertujuan untuk mengukur kemampuan praktik mahasiswa secara objektif sekaligus menjadi jembatan antara pembelajaran teori di kelas dengan keterampilan praktik yang telah dilatih di laboratorium. Dengan menghadapi penguji secara langsung serta menggunakan peralatan medis yang sesuai standar, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, ketelitian, dan profesionalisme sebelum menghadapi tantangan nyata di lahan praktik maupun di dunia kerja.
Melalui penerapan sistem evaluasi yang terstruktur ini, Program Studi DIII Teknologi Bank Darah Poltekkes Bhakti Setya Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis yang kuat serta integritas tinggi dalam menjalankan profesinya. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan serta kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan darah yang aman, berkualitas, dan berstandar nasional maupun internasional.













