Evaluasi Kurikulum Prodi D3 Farmasi, D3 Teknologi Bank Darah, dan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Tahun 2026

Yogyakarta, 2026 – Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kurikulum Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi kesehatan yang adaptif, profesional, dan relevan dengan perkembangan dunia kerja serta transformasi layanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Program Studi D3 Farmasi, D3 Teknologi Bank Darah, dan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sebagai upaya strategis untuk memastikan kurikulum tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan industri kesehatan, serta standar akreditasi pendidikan tinggi kesehatan.

Pelaksanaan evaluasi kurikulum melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal institusi. Unsur internal meliputi pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, satuan tugas, serta tim penjaminan mutu. Sementara itu, unsur eksternal melibatkan alumni, pengguna lulusan, rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, institusi lahan praktik kerja lapangan (PKL), organisasi profesi, kolegium, asosiasi perguruan tinggi, hingga mitra dunia usaha dan dunia industri kesehatan. Pelibatan berbagai pihak tersebut bertujuan memperoleh masukan yang komprehensif dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Kegiatan evaluasi kurikulum diawali dengan paparan internal yang membahas berbagai aspek akademik dan kelembagaan, meliputi permasalahan kemahasiswaan, hasil tracer study lulusan, evaluasi pembelajaran, laporan satuan tugas, serta capaian implementasi kurikulum yang sedang berjalan. Selain itu, dilakukan pembahasan terhadap profil kurikulum masing-masing program studi, termasuk visi, misi, tujuan, sasaran, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, distribusi Sistem Kredit Semester (SKS), hingga strategi implementasi pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE).

Dalam proses pengembangan kurikulum, Poltekkes BSI juga menerima berbagai masukan dari organisasi profesi dan asosiasi pendidikan kesehatan, di antaranya Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia (APDFI), Perkumpulan Teknisi Pelayanan Darah Indonesia (PTPDI), Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), serta Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI). Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum agar sesuai dengan standar kompetensi profesi dan kebutuhan pelayanan kesehatan modern.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) pada masing-masing bidang kompetensi untuk memperoleh kajian yang lebih mendalam dan konstruktif. Diskusi difokuskan pada berbagai isu strategis, seperti kodifikasi dan klasifikasi penyakit, statistik kesehatan, teknologi informasi kesehatan, patient safety, pelayanan kefarmasian, sistem mutu pelayanan darah, hingga penguatan kompetensi berbasis digitalisasi layanan kesehatan. Melalui FGD tersebut diharapkan lahir rekomendasi yang mampu memperkuat kualitas lulusan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan transformasi sistem kesehatan nasional.


Evaluasi Kurikulum Program Studi D3 Farmasi

Evaluasi kurikulum Program Studi D3 Farmasi dilaksanakan pada 29 April 2026 dengan fokus penguatan kompetensi tenaga teknis kefarmasian yang profesional, mandiri, dan berintegritas. Program studi ini memiliki visi menjadi program studi farmasi yang unggul dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menghasilkan tenaga teknis kefarmasian yang profesional dalam pelayanan kesehatan.

Kegiatan evaluasi membahas pengembangan kurikulum berbasis pelayanan kefarmasian modern, pengelolaan obat, patient safety, pelayanan farmasi klinik, penguatan soft skills, serta kesiapan lulusan menghadapi perkembangan teknologi kesehatan dan industri farmasi. Selain itu, pembahasan juga mencakup peningkatan keterampilan praktik laboratorium dan penguatan jejaring institusi dengan dunia kerja.


Evaluasi Kurikulum Program Studi D3 Teknologi Bank Darah

Program Studi D3 Teknologi Bank Darah melaksanakan evaluasi kurikulum pada 9 Mei 2026 dengan fokus penguatan kompetensi pelayanan transfusi darah yang aman dan berkualitas. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi pelayanan darah, sistem mutu laboratorium, pemeriksaan imunoserologi, serta implementasi teknologi molekuler dalam pelayanan transfusi darah.

Program studi ini memiliki visi menjadi Program Studi Diploma Tiga Teknologi Transfusi Darah yang unggul dan terkemuka dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna menghasilkan tenaga teknisi transfusi darah yang profesional dalam pengelolaan darah yang aman. Dalam kegiatan evaluasi, para stakeholder memberikan masukan terkait penguatan praktik lapangan, peningkatan kompetensi laboratorium, serta kesiapan lulusan menghadapi perkembangan teknologi di bidang pelayanan darah.


Evaluasi Kurikulum Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Sementara itu, evaluasi kurikulum Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dengan fokus pengembangan kompetensi di bidang manajemen informasi kesehatan dan transformasi digital pelayanan kesehatan. Program studi ini memiliki visi menjadi program studi yang unggul dan terkemuka dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mampu bersaing di era globalisasi.

Pembahasan evaluasi kurikulum mencakup penguatan kompetensi medical coding, statistik kesehatan, manajemen rekam medis elektronik, teknologi informasi kesehatan, analisis data kesehatan, hingga penerapan sistem informasi kesehatan berbasis digital. Selain itu, kurikulum juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, dan kemampuan adaptasi lulusan terhadap perubahan sistem pelayanan kesehatan modern.

Pelaksanaan evaluasi kurikulum ini juga menjadi bagian penting dalam siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan pemenuhan standar akreditasi LAM-PTKes. Kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu menjamin ketercapaian kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi kesehatan, serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Melalui kegiatan evaluasi kurikulum Tahun 2026 ini, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi kesehatan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Diharapkan, proses evaluasi dan pengembangan kurikulum yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.