Pelatihan 5 Kompetensi Dasar sebagai Persiapan PKL Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, serta D3 Teknologi Bank Darah

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia (Poltekkes BSI) menyelenggarakan Pelatihan 5 Kompetensi Dasar sebagai bentuk pembekalan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan RS Pratama Yogyakarta ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi D3 Farmasi, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), serta D3 Teknologi Bank Darah (TBD). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan kerja profesional melalui penguatan kompetensi dasar yang dibutuhkan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan teori dan praktik sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Adapun lima kompetensi dasar yang diberikan meliputi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Bantuan Hidup Dasar (BHD), Komunikasi Efektif, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kelima materi tersebut merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh calon tenaga kesehatan dalam mendukung keselamatan pasien, keselamatan kerja, dan mutu pelayanan kesehatan.

Pada sesi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya kebakaran serta prosedur penanganan keadaan darurat sesuai standar keselamatan kerja. Sementara itu, pada materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), peserta mempelajari prinsip-prinsip pencegahan infeksi melalui praktik kebersihan tangan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan etika batuk, serta pengelolaan limbah medis. Pemahaman terhadap kedua materi ini menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

Materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) memberikan pembelajaran mengenai tindakan awal pada kondisi kegawatdaruratan melalui simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP). Melalui praktik langsung, mahasiswa dilatih untuk mengenali kondisi kritis dan melakukan pertolongan pertama secara tepat sesuai prosedur. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Komunikasi Efektif, yang menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi secara profesional, jelas, dan empatik dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun saat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

Pelatihan juga dilengkapi dengan materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang membahas berbagai potensi risiko kerja di fasilitas pelayanan kesehatan serta langkah-langkah pencegahannya. Mahasiswa diperkenalkan pada budaya keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur operasional dalam menjaga keamanan selama menjalankan tugas profesi. Materi ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap aspek keselamatan kerja sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia berharap seluruh mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi Praktik Kerja Lapangan serta mampu menerapkan kompetensi yang telah diperoleh secara profesional di lahan praktik. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan pelayanan kesehatan di masa depan.